TEKS ARTIKEL - EKA MEIFATUL I (03)

AI DALAM PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SOSIAL PADA ANAK


AI dalam pendidikan dan pengembangan sosial anak dapat mendominasi berbagai aspek pada kehidupan anak. Kini menjadi alat yang efektif dalam memfasilitasi keterampilan pada anak. Namun, di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai dampak AI terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Anak lebih nyaman berinteraksi dengan teknologi daripada berinteraksi secara langsung kepada manusia. Dan dapat memicu ketergantungan sehingga dapat mengurangi waktu berinteraksi dengan teman dan guru.


Menurut Adrienne shanon dalam artikel yang berjudul "AI Dalam Pendidikan Anak Usia Dini" menjelaskan bahwa penggunaan Al dalam pendidikan dapat membantu pengembangan keterampilan sosial dan emosional anak. Penelitian ini menemukan bahwa anak-anak yang menggunakan platform pembelajaran berbasis Al cenderung memiliki kemampuan empati yang lebih tinggi dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sosial yang baru. 

Menurut artikel ini ada beberapa kekurangan AI yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya, yaitu :

  1. Menghasilkan banyak data, tetapi guru perlu memiliki kemampuan untuk menganalisis dan menerjemahkan menjadi wawasan yang bermakna. 
  2. Guru perlu penguasaan sistem AI agar dapat menilai kecocokan alat tersebut dengan gaya belajar, minat, dan tantangan yang sesuai untuk siswa. 
  3. Guru harus kritis dalam siap bertindak jika teknologi AI memberikan data yang kurang akurat mengenai perkembangan siswa.
  4. AI tidak memiliki pertimbangan etis, hal ini beresiko memperkuat minat yang tidak pantas atau mengkhawatirkan pada siswa, sehingga memerlukan pengawasan. 
  5. Dapat memunculkan bias yang tercipta dari asumsi bawaan atau perbedaan latar belakang.


Solusi Mengoptimalkan Penggunaan AI dalam Pendidikan

Untuk memaksimalkan manfaat AI dalam pendidikan sambil tetap menjaga keseimbangan perkembangan sosial dan emosional pada anak, ada beberapa langkah strategis yang perlu diambil. 

  • Integrasi pembelajaran yang berbasis AI dengan metode pembelajaran tradisional yang menekankan interaksi sosial sangatlah penting. 
  • Merancang kurikulum secara eksplisit untuk mencakup pengembangan keterampilan sosial dan emosional.
  • Guru dan pendidik perlu dilibatkan secara aktif dalam proses penggunaan AI agar dapat mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatannya. 
  • Anak juga perlu dorongan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dapat meningkatkan interaksi sosial mereka.
  • Edukasi kepada orang tua dan anak mengenai pentingnya keseimbangan antara penggunaan teknologi dan interaksi sosial. Dengan demikian, AI dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengorbankan aspek-aspek penting lainnya dalam perkembangan anak.


AI dapat menjadi alat yang bermanfaat dalam pendidikan untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosional anak. Namun, pentingnya dalam memastikan keseimbangan antara penggunaan AI dan interaksi sosial langsung. Dengan strategi yang tepat, seperti integrasi metode tradisional, peran aktif guru dan orang tua, serta dorongan terhadap kegiatan sosial, AI dapat membantu perkembangan anak tanpa mengorbankan aspek sosial dan emosional mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KARYA LITERASI B.INGGRIS XII-11

MENGGAPAI CITA-CITA DI ERA DIGITAL