ARTIKEL HERMAWAN D.S. (XII-11)

 Penggunaan AI untuk analisis sosial mampu mengancam privasi data pengguna untuk disalah gunakan


Kita ketahui semakin majunya perkembangan teknologi pada zaman sekarang, manusia (pengguna internet) juga akan ter otomatisasi untuk menginginkan segala hal untuk lebih gampang dan mudah (instan). Dengan sifat alamiah manusia tadi membuat teknologi AI juga otomatis berinovasi membuat progres demi kenyamanan penggunannya. Seperti dalam segi analisis sosial. AI berupaya untuk mencari semua data yang terkait dengan hal hal yang bersangkutan, seperti tentang perilaku konsumen, tren pasar, dan sentimen publik. Pastinya jika untuk membuat semua data menjadi satu, AI perlu mengumpulan berbagai data pengguna untuk dianalisis satu per satu. Namun, setiap usaha pastinya memiliki resiko yang muncul, kita tidak tahu bagaimana sistem AI bekerja mencari semua itu, AI bisa saja untuk mencari semua data menggunakan kepandaianya yang berpotensi untuk melanggar privasi data dari setiap penggunanya. Maka dari itu bisa dipastikan bahwa sistem AI bisa melanggar privasi data pengguna yang dikhawatirkan mampu disalah gunakan hasilnya oleh orang² yang tidak bertanggung jawab


MUNCULNYA PIHAK KETIGA YANG MAMPU MENGENDALIKAN AI UNTUK MENCARI DATA PENGGUNA (PRIVASI)

Kembali lagi dari latar belakang tadi bahwasanya setiap usaha pastinya memiliki resiko yang muncul. Sepandai pandainya AI ,kembali lagi bahwasanya AI ini hanyalah teknologi buatan manusia, sangat besar kemungkinan untuk bisa ditembus oleh manusia yang tidak bertanggung jawab. Contoh kasusnya adanya Kasus kriminal terbaru yang melibatkan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan muncul di pertengahan bulan April dari sebuah sekolah menengah di Maryland, AS. Polisi mengabarkan bahwa seorang kepala sekolah (Kepsek) dituduh sebagai orang rasis gara-gara rekaman suaranya yang ternyata palsu, demikian seperti dilansir dari ABC News, Kamis (9/5/2024). Memang ini tidak terlalu mengarah ke privasi data pengguna, namun kasus ini sangat jauh diatas dari kasus privasi, dimana kasus dari contoh diatas menengaskan adanya penyalah gunakan suara yang sangat berpotensi menimbulkan fitah dan ancaman kekeliruan hukum nantinya


MEMBUAT AI BUKAN HANYA SEKEDAR SEBAGAI ALAT PEMBANTU, NAMUN BISA SEBAGAI ALAT PERANTARA 'MEMBUNUH' SECARA TIDAK LANGSUNG

Sudah ditakdirkan bahwa setiap manusia memiliki sifat dan watak yang berbeda , manusia memiliki tingkat rasa ingin tahu dan mencoba yang tinggi . Apakah kita bisa menjamin bahwa manusia bisa memanfaatkan AI untuk sebagai alat pembantu menyelesaikan masalah? Kan ya tidak mungkin.

Kata 'Membunuh' dalam tema argumen diatas bukan berarti membunuh secara kelihatan mata,namun membunuh secara tahap per tahap, kita ketahui lah, bahwa di dunia ini banyak sekali kasus bunuh diri. Pastinya mayoritas orang bunuh diri disebabkan oleh kasus bullying yang muncul. Nah, kita pasti bertanya tanya, dari mana bahan untuk bullying, pastinya manusia bisa mencari data terkait target pembulian melalui AI juga. Seperti contoh misalnya, ketika saya memintanya, alat ini menghasilkan beberapa bagian pertama dari buku Joseph Heller, Catch-22—sebuah teks yang dilindungi hak cipta. Akhirnya, OpenAI tidak membayar data yang diambilnya dari Internet. Individu, pemilik situs web, dan perusahaan yang memproduksinya tidak diberi kompensasi. Hal itu sangat penting mengingat OpenAI baru-baru ini dihargai sebesar US$ 29 miliar (Rp 433 triliun), lebih dari dua kali lipat nilainya pada 2021. OpenAI juga baru saja mengumumkan ChatGPT Plus, suatu paket langganan berbayar yang akan menawarkan pelanggan akses berkelanjutan, waktu respons yang lebih cepat, dan akses prioritas ke fitur-fitur baru. Paket ini akan berkontribusi pada pendapatan yang diharapkan sebesar US$ 1 miliar (Rp 15 triliun) pada 2024. Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa data - data kita yang dikumpulkan dan digunakan tanpa izin dari kita


Dari kedua argumen yang ditampilkan diatas, apakah masih percaya terhadap keamanan dari AI? AI memang berfungsi untuk mencari segala hal, namun kembali lagi kita tidak tahu bagaimana sistem AI bekerja untuk mencari segala hal tadi. Maka dari itu, cara mengantisipasinya memang harus dari kita sendiri, kita wajib untuk 'mengerem' untul mengupload data dalam internet untuk mencegah resiko, tidak semua hal haris diunggah ke internet. Maka dari itu memang penggunaan AI untuk analisis sosial pastinya bisa mengancam privasi data pengguna untuk disalah gunakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KARYA LITERASI B.INGGRIS XII-11

MENGGAPAI CITA-CITA DI ERA DIGITAL